Google

Minggu, 06 April 2008

BROMO TENGGER SEMERU


Batam Barelang oh Barelang

Kantor kami di Batam letaknya strategis sekali, yaitu di kawasan Batam Center. Selain model gedung yang unik (entahlah gaya arsitektural apaan, saya sih engga ngerti) menempel pada gedung, satu menara yang menurut saya sih mirip minaret. Dan dari kemarin saya sudah berniat untuk naik sampai puncak bila ada kesempatan.

Dari ruangan meeting, saya dapat melihat pemandangan ke arah teluk eh selat dimana banyak ferry dan kapal-kapal kecil lainnya lalu lalang (mungkin yang lebih tepat sih hilir mudik). Kata teman sih, kalau cuaca sangat cerah, pulau Singapura dan high rise buildingnya bisa terlihat cukup jelas. Sebetulnya ini bukan kali pertama saya ke Batam, namun dulu hanya sebentar mampir untuk kemudian menyeberang ke Singapura.

Hari ini cuaca cerah. Walaupun banyak yang bilang udara disini panas, buat saya sih nyaman-nyaman saja. Tidak terlalu menyengat. Soalnya terasa angin laut yang bertiup terus. Dari jendela tampak langit sangat biru dan air laut berkilau-kilau. Akhirnya setelah selesai acara, saya bisa naik ke minaret dan motret-motret disana.

Sorenya kami pergi ke Barelang, tempat ada jembatan yang menghubungkan Batam dengan pulau lainnya. Pulau apa namanya sial sekali saya tidak sempat bertanya karena lupa. Di jalan saya ribut terus dengan Wawa karena dia tidak mengerti kenapa saya ingin pergi ke jembatan. Katanya kalau mau nongkrong di jembatan sih di Pasupati juga bisa, sementara saya tidak mengerti kenapa dia ribut terus ingin makan bakso sementara sifud bejibun disini, dan toh menurut testimoni beberapa orang tidak ada disini yang seenak Mang Dja’i atau Joko Sirod di Bandung.

Pemandangan ke Barelang menyenangkan. Ada hutan lindung untuk resapan air, lalu kami melewati bendungan yang saya sebut danau dan diralat oleh yang lain. Mereka sebut ini dam. Saya tetap sebut danau karena pada prinsipnya air seluas ini adalah danau tak peduli buatan atau alam.

Oh ya sunset di Barelang indah sekali, *menarik napas panjang*. Perahu kecil lalu lalang dari pulau ke pulau, air laut tenang dan kemilau. Jembatanpun tampaknya sangat layak untuk bungee jumping. Banyak orang pacaran disini. Semoga kalau putus mereka tidak memikirkan Barelang untuk alternatif bunuh diri.

Pulangnya setelah berbelanja kacang pistachio (disini harganya murah lho, demikian pula dengan green tea botolan, coklat, dan makanan kucing), kami makan bakso. Halah. Gagal sudah rencana saya untuk menikmati Gong Gong sekali lagi.

Gambar pemandangan bulan waktu siang hari






















Gambar pemandangan di bulan pada waktu siang hari..
LAngit kelihatan biru bersih dan tanah seperti padang pasir... :D ;))

Menikmati Keindahan Pantai Sadranan


Satu lagi tempat eksotis yang ditawarkan di Gunungkidul. Kabupaten yang berada di bagian paling timur Propinsi DIY ini memang terkenal akan pantai-pantai pasir putihnya yang tak kalah menarik dibanding pantai-pantai sejenis yang ada di Bali. Sebut saja pantai Krakal, Kukup, Baron, Sundak, Sepanjang, juga Pantai Ngobaran dan Ngrenehan yang pernah dikunjungi oleh CahAndong sebelumnya.

Kali ini salah satu personil CahAndong mengunjungi sebuah pantai yang masih ‘perawan’ di dekat area Pantai Krakal, yaitu Pantai Sadranan.

Pantai Sadranan terletak sekitar 0,5 km di sebelah timur Pantai Krakal. Jika ditempuh dari Yogyakarta, akan memakan waktu sekitar 2-3 jam. Jalan menuju pantai ini sama sekali belum diaspal. Jadi, untuk mencapai pantai ini, kita harus melewati jalan off-road, yang untungnya, tidak begitu jauh.

Salah satu keistimewaan dari Pantai Sadranan ini adalah pasir putihnya yang lebih putih dan bersih dibanding pantai-pantai lain di sekitarnya. Mungkin karena pantai ini memang belum banyak dikunjungi orang. Dan seperti sejumlah pantai lain di kawasan Gunungkidul, di Pantai Sadranan juga terdapat karang-karang yang membuat ombak di pantai tersebut tergolong tenang.

Visit Bengkulu 2008

Bengkulu adalah sebuah propinsi yang terletak di sebelah selatan Pulau Sumatra. Secara geografis Propinsi Bengkulu terletak pada 101 derajat 01 dan 103 derajat 46 bujur timur serta 2 derajat 16 dan 5 derajat 31 lintang selatan. Propinsi Bengkulu terletak di Pantai Pulau Sumatera, membujur dari Utara ke Selatan, Sepanjang Bukit Barisan yang merupakan hutan suaka alam dan hutan lindung di sebelah Timur dan Samudera Indonesia di Sebelah Barat.

Secara administratif Propinsi Bengkulu berbatasan sebelah Utara dengan Propinsi Sumatera Barat; Sebelah Timur dengan Propinsi Jambi dan Sumatera Selatan; Sebelah Selatan dengan Propinsi Lampung; Sebelah Barat dengan Samudra Indonesia.

Propinsi Bengkulu yang beribukota di Kota Bengkulu mempunyai luas wilayah sekitar 19.786 km2 (1,10% luas wilayah Indonesia). Bengkulu terdiri dari 1 daerah kotamadya (Kota Bengkulu) dan 8 daerah kabupaten (Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Kaur, Kepahiang, Lebong, Muko-Muko, Rejang Lebong, dan Seluma).

Sebagian besar penduduk Bengkulu terdiri dari suku Melayu, Rejang Lebong, Sekah, dan Enggano. Bahasa daerah yang digunakan hampir menyerupai bahasa Minang dan Palembang.

Bengkulu kaya akan tradisi budaya. Yang paling terkenal adalah festival Tabot yang diperingati setiap tahun oleh masyarakat Bengkulu. Festival rakyat ini diadakan selama 10 hari pertama bulan Muharram dan terdiri dari berbagai ritual adat. Ritual diawali dengan prosesi pengambilan tanah untuk membuat Tabot (semacam replika bangunan yg dihias sedemikian rupa). Pengambilan tanah dilakukan di dua tempat yaitu Pantai Nala dan Tapak paderi. Selain itu, tidak semua orang juga yg diperkenankan ikut dalam prosesi ini. Hanya para pemuka adat, pemuka agama, dan petinggi keluarga Tabot yg boleh turun tangan. Selanjutnya proses pembuatan Tabot pun dilanjutkan di rumah keluarga Tabot masing-masing melalui ritual2 lainnya.

Puncak dari festival ini adalah Tabot Bersanding yang diadakan di lapangan Tugu (letaknya di seberang rumah Gubernur Propinsi Bengkulu) pada malam ke-9 Muharram. Dalam acara ini, semua Tabot yang sudah dibuat, dipamerkan (ato disandingkan) untuk dinilai oleh dewan juri. Penilaian terdiri dari beberapa kriteria di antaranya kreativitas. Biasanya pada malam ini, Kota Bengkulu akan berubah menjadi Jakarta karena macetnya lalu lintas. Keesokan harinya yaitu tanggal 10 Muharram, semua Tabot akan diarak atau dibawa berkeliling Kota Bengkulu dengan melewati rute yg ada menuju tempat pembuangan. Memang tidak semua Tabot dibuang di sini. Biasanya hanya beberapa bagian Tabot saja yang dibuang. Tujuan diadakannya festival tabot ini adalah untuk mengenang jasa cucu Nabi Muhammad yaitu Amir Husein yang gugur dalam peperangan melawan kaum Khawarij di Padang Karbala (Irak).

Selain tradisi budaya, Bengkulu juga memiliki banyak tempat menarik yang bisa dijadikan tujuan pariwisata. Di antaranya, Pantai Panjang yang terletak sekitar 3 km dari pusat Kota Bengkulu. Pantai yang katanya merupakan pantai terpanjang di Asia tenggara ini memiliki panorama alam yang sangat indah. Jika mau berkunjung ke sini, sebaiknya datang pada waktu sore hari karena Anda akan disuguhi dengan pemandangan sunset yang amat mempesona. Jangan takut kemalaman karena Anda bisa menginap di cottage ato hotel yang banyak terdapat di area pantai.


Atau Anda mau menikmati sunset sambil naik perahu kayuh ? Silakan datang ke Tapak Paderi yang terletak tidak jauh dari kediaman Gubernur Bengkulu. Tapak Paderi merupakan dataran yg cukup tinggi dengan pemandangan laut yang indah.

Sebenarnya masih banyak pantai-pantai lain yang dimiliki oleh Bengkulu. Namun, kedua nama yg disebutkan di atas adalah pantai yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Bengkulu untuk dijadikan tujuan pariwisata utama.

Selain pantai ada juga Danau Dendam Tak Sudah yang dikelilingi oleh perbukitan kecil dengan Bukit Barisan sebagai latar belakangnya. Danau ini terletak sekitar 8 km dari pusat kota Bengkulu. Di sepanjang danau ini tumbuh anggrek air Vanda Hookeriana yang membuat danau menjadi lebih indah dan sejuk.

Ingin mempelajari situs budaya ? Datang aja ke Benteng Marlborough yang terletak dekat dengan Tapak Paderi dan Pasar Baru Koto. Benteng ini dibangun oleh perusahaan India Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. Benteng ini mengahadap selatan dan memiliki luas 44.100 meter persegi. Bentuk benteng abad XVIII (1914) ini menyerupai kura-kura.

Pintu utama dikelilingi parit luas dan tersambung dengan jembatan ke gerbang dalam. Menurut masyarakat sekitar, benteng ini memiliki pintu keluar bawah tanah.

Benteng Marlborough adalah peninggalan terbesar Inggris terbesar di Indonesia dan sesungguhnya bukan sekadar benteng pertahanan militer, karena ia dibangun demi kepentingan perdagangan; penjamin kelancaran suplai lada bagi perusahaan dagang Inggris, East India Company, serta pengawasan jalur pelayaran dagang melalui Selat Sunda. Benteng berperan ganda: markas pertahanan militer sekaligus kantor pusat perdagangan dan pemerintahan Inggris.

Selain Benteng Marlborough, ada juga Rumah Bung Karno yang menjadi tempat tinggal Presiden Pertama RI selama menjalani masa pengasingannya di Bengkulu. Rumah ini beralamat di Anggut Atas yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Soekarno-Hatta. Beberapa peralatan, sepeda, perpustakaan buku-buku, dan yang lainnya yang pernah dimiliki oleh soekarno disimpan didalam rumah ini. Selama tinggal di Bengkulu, Soekarno juga mendesain masjid, yang sekarang dikenal dengan Masjid Jamik yang terletak di jantung kota Bengkulu.


Selain itu ada juga Tugu Parr & Hamilton. Tugu Parr terletak di depaan Pasar Baru Koto di seberang Benteng Marlborough. Sedangkan tugu Hamilton terletak di Jalan Sokerano-Hatta. Tugu atau monumen ini dibangun oleh pemerintahan Inggris untuk memperingati kekalahan mereka di Bengkulu.


Untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di atas, Anda tidak perlu bingung dengan masalah transportasi. Ada banyak kendaraan umum yang akan membawa Anda menikmati kekayaan yg dimiliki oleh Bengkulu tersebut.

Jadi, tunggu apa lagi?? Kunjungi Bengkulu sekarang juga!!!

Jangan Naik Mandala Air


Jangan naik Mandala Air karena sekali delay bisa sampe setengah hari.

Pengalaman jelek ini aku alami ketika hendak terbang dari Batam ke Medan hari Minggu 21 Oktober 2007 kemarin ini. Penerbangan ini pada awalnya akan berangkat pada pukul 18:30 dan kemudian delay hingga 20:50 karena kami udah di bandara dari pukul 5 sore akhirnya diputuskan untuk berjalan-jalan dulu. Pilihan untuk berjalan-jalan jatuh ke Nagoya Hill.

Pukul 20:30 balik dari Nagoya Hill ke bandara cuma buat dapetin kalo penerbangan ini di delay lagi hingga pukul 23:00. Hati udah mulai mengkal tapi masih ditahan karena berharap pesawat akan terbang. Pukul 21:30 dapat pemberitahuan lagi kalo penerbangan akan ditunda sampai pukul 24:00. Kekacauan kecil mulai terjadi di counter depan. Beberapa orang mulai terlihat memulangkan kembali tiket mereka sambil marah-marah.

Pukul 22:30 dapat pemberitahuan kalau penerbangan dibatalkan hingga esok pagi dan pihak Mandala akan menyediakan hotel di daerah Penuin. Aku kemudian melakukan sedikit protes, kukatakan kalau aku besok harus terbang ke Banda Aceh dari Medan menggunakan Adam Air. Nah karena tiket Adam ku udah pasti hangus maka sebagai gantinya aku minta mereka menyediakan satu seat untukku ke Banda Aceh dan aku akan BAYAR. Pak Ridwan yang menerima keluhanku itu hanya tersenyum dan bilang kalo dia akan usahakan. Dan sukur sampe pesawat berangkat di pagi harinya yang delay lagi sekitar satu jam dia gak keliatan.

Aku kemudian berinisiatif mengecek hotel seperti apa yang disediakan oleh maskapai dengan cara menelpon beberapa teman yang aku kenal. Dari mereka aku tau kalo hotel mereka itu sangat tidak layak kalo mau digunakan untuk beristirahat. Gambaran dari mereka kalau kita bisa tidur di atas pasar itu baru bisa nginap di hotel yang mereka sediakan.

Akhirnya malam itu aku harus mengetuk pintu rumah Abangku lagi untuk numpang nginap sampe besok pagi.

Aku jelas kecewa sangat kepada Mandala. Karena mereka pekerjaanku terancam hilang karena aku punya janji pada hari Senin siang dengan salah seorang bos di kantorku. Untunglah mereka mau pengertian dan menunda pertemuan hingga hari ini.

Jadi buat yang mau keluar kota JANGAN MENGGUNAKAN MANDALA AIRLINES.

It’s bad…really…!!!

HAMBURG IST NACH BERLIN

Abang dah bagitahu I yang dia kena gi bisnes trip to Hamburg on 20th - 21st June ini. Yang bestnya, Abang nak bawak I skals ke sana. I pun pernah ke Hamburg tapi cuma untuk satu malam aje, so mana cukup,kan? Itupun naik kereta Abang all the way from the Netherlands. Oleh kerana tiket penerbangan terus dari Manchester ke Hamburg terlalu mahal, Abang dah tempah tiket flight dari London Stansted (menaiki pesawat Ryanair). That means we ols kena bermalam di sebuah hotel di Stansted Airport (on the 17th) sebelum naik flight early on Saturday morning the 19th. Kami pergi awal tu bukan apa, just nak ber-weekend away di Hamburg hari Sabtu & Ahad. Then Isnin & Selasa, Abang nak kena ada kat Hamburg office pulak. Nantilah I will ceritakan satu persatu what we do, what we see, who we "do" (!!!) etc..hehehhee...